PENGANGGURAN
Pada chapter sebelumnya semua pembahasan
menggunakan asumsi bahwa tidak ada pengangguran. Tingkat pengangguran alamiah
adalah tingkat pengangguran rata-rata dalam perekonomian yang berfluktuasi
A.Pemutusan
Kerja, Perolehan Pekerjaan, dan Tingkat Pengangguran Alamiah
Persamaan tentang angkatan kerja
adalah sebagai berikut :
L = E + U
L : Jumlah angkatan kerja
E : Jumlah orang yang bekerja
U : Jumlah pengangguran
f U = s E
f : Tingkat perolehan pekerjaan (job
finding)
s : Tingkat pemutusan kerja (job
separation)
dari dua persamaan diatas diperoleh
: U/L = s/(s+f)
Kebijakan pemerintah yang bertujuan
untuk mengurangi tingkat pengangguran ilmiah, harus juga mengurangi tingkat
pemutusan kerja atau menambah tingkat perolehan pekerjaan. Sebaliknya kebijakan
yang bertujuan untuk menmpengaruhi tingkat pemutusan kerja atau tingkat
perolehan pekerjaan akan mempengaruhi tingkat pengangguran ilmiah.
B.Pencarian
Kerja Dan Pengangguran Friksional
Pengangguran friksional adalah
pengangguran yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan pekerja untuk mencari
pekerjaan. Pergeseran sektoral adalah perubahan komposisi permintaan di antara
industri atau daerah. Pergeseran sektoral inilah yang mengakibatkan selalu
adanya pengangguran friksional, karena dibutuhkan waktu bagi pekerja untuk
mengubah pekerjaan.
Asuransi pengangguran adalah program
asuransi dimana pekerja dapat mengambil sebagian upah mereka untuk periode
tertentu setelah kehilangan pekerjaan. Kebijakan asuransi pengangguran ini juga
secara tidak sengaja meningkatkan jumlah pengangguran friksional.
Penyebab
Pengangguran Friksional
Pengangguran friksional dan tingkat
pemutusan kerja bisa terjadi karena :
·
Perubahan
sektoral (sectoral shift) dalam perekonomian. Kemajuan industri di suatu bidang
akan mengakibatkan peningkatan permintaan pekerja di bidang tersebut namun
mengakibatkan penurunan permintaan pekerja di bidang yang lain. Contohnya
penemuan komputer, mengakibatkan peningkatan permintaan pekerja IT, namun
menurunkan permintaan pekerja tukang ketik manual.
·
PHK
yang tak terduga karena perusahaan bangkrut.
·
Kinerja
pegawai sangat kurang
·
Keahlian
pekerja tidak lagi dibutuhkan
·
Pergantian
karir di bidang yang lain atau pindah ke negara lain. Sebagai akibat dari
adanya PHK, maka pekerja membutuhkan waktu untuk mencari pekerjaan yang baru.
Oleh karena itu pengangguran friksional tidak dapat dihindari.
Kebijakan
Publik dan Pengangguran Friksional
Kebijakan pemerintah untuk
mengurangi pengangguran friksional antara lain:
·
Menyelenggarakan
training pekerja dari bidang yang mengalami penurunan ke bidang pekerjaan yang
sedang berkembang pesat.
·
Mengadakan
asuransi pengangguran yang memberikan manfaat berupa sebagian dari gaji yang
biasa mereka terima ketika masih bekerja.
Namun, asuransi pengangguran
memiliki kelemahan :
·
Pekerja
menjadi lebih malas untuk mencari pekerjaan baru
·
Pekerja
menolak tawaran pekerjaan yang tidak menarik
Untuk
mengurangi kelemahan tersebut, pemerintah hendaknya mengurangi besar manfaat
yang diterima pekerja yang di PHK, sehingga pekerja akan lebih rajin untuk
mencari pekerjaan baru, dan akhirnya dapat mengurangi tingkat pengangguran
C. Kekakuan
Upah Riil Dan Pengangguran Struktural
Kekakuan upah (Wage rigidity )
adalah kegagalan dalam melakukan penyesuaian upah karena penawaran tenaga kerja
sama dengan permintaannya. Pengangguran struktural adalah pengangguran yang
disebabkan kekakuan upah dan penjatahan pekerjaan. Disini pengangguran terjadi
bukan karena tidak adanya pekerjaan, tetapi karena pada upah yang berlaku,
penawaran tenaga kerja melebihi permintaannya.
Undang-undang
Upah Minimum
Penyebab kekakuan upah salah satunya
adalah undang-undang upah minimum, dimana pemerintah mencegah upah turun ke
tingkat ekuilibrium yang menyeimbangkan antara permintaan dan penawaran pasar
tenaga kerja. Undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan
pekerja miskin, malah membuat tingkat pengangguran struktural semakin
meningkat. Untuk mengatasi hal ini, banyak ekonom dan pembuat kebijakan percaya
bahwa keringanan pajak lebih baik daripada meningkatkan upah minimum. Tapi di lain pihak, ternyata
penelitian menunjukkan bahwa kenaikan 10-persen pada upah minimum mengurangi
pengangguran pemuda sebesar 1 sampai 3 persen.
Serikat Pekerja
dan Tawar-Menawar Kolektif
Sebab lain kekakuan upah yaitu
kekuatan monopoli serikat pekerja. Di AS, hanya 18 persen pekerja ikut serikat
pekerja. Kekuatan serikat pekerja mempunyai daya tawar yang tinggi sehingga
dapat mengatur upah di atas tingkat ekuilibrium dan meng-izinkan perusahaan
memutuskan berapa banyak pekerja yang diterima. Akibatnya terjadi penurunan
jumlah pekerja dipekerjakan, tingkat perolehan kerja yang lebih rendah, dan
peningkatan pengangguran struktural. Pengangguran yang disebabkan serikat
kerja adalah contoh konflik antara berbagai kelompok serikat pekerja dari orang
dalam maupun orang luar. Untuk mengatasi hal ini diselesaikan pada tingkat
perusahaan.
Upah Efisiensi
Teori upah efisiensi
(efficiency-wage) menyatakan upah tinggi membuat pekerja lebih produktif. Jadi,
bila perusahaan mengurangi upah pegawai yang bertujuan untuk menurunkan biaya
pegawai justru akan menurunkan produktivitas.
Teori upah-efisiensi memiliki empat
pernyataan :
1.Upah mempengaruhi kesehatan
2.Upah tinggi mengurangi perputaran
tenaga kerja
3.Kualitas rata-rata tenaga kerja perusahaan
bergantung pada upah yang dibayar ke karyawannya.
4.Upah tinggi memperbaiki upaya
pekerja.
D.Pengalaman
Pasar Pekerja di Amerika Serikat Durasi Pengangguran
Pemerintah perlu mengetahui berapa
rata-rata durasi menganggur para pekerja, agar kebijakan yang akan diambil
menjadi tepat. Jika tujuan pemerintah adalah mengurangi tingkat pengangguran
alami, maka kebijakan yang diambil harus disasar kepada penganggur jangka
panjang. Namun, di sisi lain target kebijakan harus tepat, karena penganggur
jangka panjang memiliki jumlah yang sangat kecil. Kebanyakan penganggur
memperole pekerjaan baru dalam waktu yang singkat.
Variasi Tingkat
Pengangguran Dengan Kelompok Demografi
Pengangguran usia muda (16-19 tahun)
di USA lebih banyak sampai empat kali lipat dibanding pengangguran pada usia
lebih dari 20 tahun. Hal ini terjadi karena pengangguran usia muda belum yakin
dengan pilihan karir mereka, dan mereka cenderung untuk berganti-ganti
pekerjaan sampai menemukan pekerjaan yang cocok dengan mereka. Sementara itu, pengangguran berkulit
hitam lebih banyak dibanding pengangguran berkulit putih. Hal ini adalah bukti
bahwa USA masih menjadi negara yang rasis, meskipun mereka katanya adalah
negara demokrasi.
Tren
Pengangguran
Tren atas tingkat pengangguran di
USA bisa terjadi karena beberapa hal, dan berikut beberapa hipotesis atas hal
itu :
·
Demografi
penduduk : Tren pengangguran disebabkan adanya baby boom pada masa setelah
Perang Dunia II.
·
Perubahan
sektoral (sectoral shift) : Antara tahun 1970 dan 1980 terjadi pergolakan harga
minyak disebabkan oleh OPEC, mengakibatkan tren pengangguran pada industri yang
membutuhkan minyak lebih banyak dan industri yang hanya membutuhkan minyak sedikit.
·
Produktivitas
: Pengangguran mengalami tren naik ketika tahun 1970-an produktivitas pekerja
menurun, dan mengalami tren turun ketika tahun 1990-an produktivitas pekerja
naik.
Perpindahan
Masuk dan Keluar Angkatan Kerja
Selama ini diasumsikan bahwa alasan
adanya pengangguran adalah tingkat pemutusan kerja, dan alasan berkurangnya
pengangguran adalah tingkat perolehan pekerjaan. Padahal ada aspek penting yang
selama ini dilupakan, yaitu perpindahan masuk dan keluarnya angkatan kerja.
Sekitar sepertiga pengangguran
adalah mereka yang baru saja masuk ke angkatan kerja dan mereka yang sebelumya
telah memiliki pekerjaan tapi meninggalkan pekerjaan mereka sementara waktu.
Sementara itu, tidak semua pengangguran memeperoleh pekerjaan. Hampir setengah
pengangguran adalah pengangguran yang telah keluar dari angkatan kerja.
E.Pengalaman
Pasar Pekerja di Eropa
Peningkatan
Pengangguran di Eropa
Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris
mengalami tingkat pengangguran tinggi pada tahun-tahun terakhir, sebabnya ada
dua teori :
1.Interaksi antara kebijakan
berdurasi-panjang, yaitu kebijakan pemberian keuntungan royal untuk penganggur
(pengganti upah karena mereka belum mendapat pekerjaan).
2.Kejutan baru, yaitu turunnya
permintaan pekerja tidak terampil karena kemajuan teknologi.
Variasi
Pengangguran di Eropa
Tingkat pengangguran di Eropa sangat
beragam. Ketika tingkat pengangguran di USA adalah 6,1% ternyata tingkat
pengangguran di Swiss adalah 2,1 %, sementara pengangguran di Spanyol adalah
11,3%. Fakta kedua adalah tingkat pengangguran tersebut di atas adalah
pengangguran jangka panjang.
Peningkatan
Waktu Luang di Eropa
Satu hal yang menjadi anomali di
Eropa adalah tingginya tingkat pengangguran di Eropa dibanding di USA, tapi
waktu luang pekerja di Eropa lebih tinggi. Pekerja di USA memiliki jam kerja
per tahun relatif lebih tinggi dari pada pekerja di Eropa. Sementara itu, pekerja di Eropa
lebih menikmati hari kerja yang pendek dan liburan yang lebih panjang. Dan,
pekerja potensial lebih banyak bekerja di USA dari pada di Eropa
Edward Prescott memperoleh dua fakta
bahwa tingkat pajak di Eropa lebih tinggi dibanding di USA dan tingkat pajak di
Eropa mengalami peningkatan yang signifikan satu dekade terakhir. Dari fakta
itu para ekonom menyimpulkan hipotesis antara lain :
·
tingkat
pajak dapat mempengaruhi usaha pekerja dalam bekerja
·
tingkat
pajak yang tinggi, membuat pekerja di Eropa melakukan pekerjaan lain pada
ekonomi bawah tanah yang “off the books” untuk menghindari pajak daya
tawar keseluruhan pada pasar tenaga kerja lebih penting di Eropa dari pada di
USA adanya
kemungkinan perbedaan preferensi dalam bekerja. Pekerja di Eropa lebih memilih
memiliki waktu luang yang banyak dibanding memiliki kesejahteraan yang cukup
untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar