PERTUMBUHAN EKONOMI II
TEKNOLOGI,
EMPIRIS DAN KEBIJAKAN
A.
Kemajuan Teknologi dalam Model Solow
Model Solow
tidak menjelaskan kemajuan teknologi tapi,menganggapnya sebagai hal pasti dan
menunjukkan bagaimana interaksinya dengan variabel lain dalam proses
pertumbuhan ekonomi. Untuk memeriksa bagaimana kebijakan publik suatu negara
dapat mempengaruhi tingkat dan pertumbuhan standar kehidupan warga negara, kita
harus menanyakan lima pertanyaan.
1) Apakah
sebaiknya masyarakat menabung lebih banyak atau sedikit?
2) Bagaimana
kebijakan dapat mempengaruhi tingkat tabungan ?
3) Adakah
beberapa tipe investasi yang kebijakan sebaiknya dorong?
4) Apa
institusi yang memastikan sumber-sumber daya ekonomi dimanfaatkan
sebaik-baiknya?
5) Bagaimana
kebijakan dapat meningkatkan tingkat kemajuan teknologi?
Efisiensi Tenaga Kerja
Untuk memasukkan kemajuan teknologi, Fungsi Produksi
sekarang ditulis sebagai :
Y = F (K, L E)
L x E = mengukur jumlah pekerja.
Ini memasukkan
jumlah pekerja L dan efisiensi tiap
pekerja, E.
Dinyatakan bahwa
output total Y bergantung pada modal K dan pekerja L x E. Esensi model ini adalah kenaikan E (efisiensi) analog dengan
kenaikan L (jumlah pekerja). Dengan
kata lain, seorang pekerja (jika dua kali lebih produktif) dapat dianggap
sebagai dua pekerja. L x E berlipat
ganda dan perekonomian diuntungkan dari produksi barang dan jasa yang
meningkat.
Tenaga Kerja Menambah Kemajuan Teknologi (Labor Augmenting Technological Progress). g
di sebut sebagai rate Labor Augmenting Technological Progress. Karena : tenaga
kerja L, tumbuh pada kecepatan n, dan efisiensi setiap tenaga kerja E tumbuh pada kecepatan g. Jumlah tenaga kerja efektif L x E tumbuh pada kecepatan n+g
Kondisi Mapan pada Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi menyebabkan E tumbuh pada tingkat g, dan L tumbuh pada tingkat n
jadi jumlah pekerja L x E tumbuh pada
tingkat n + g. Sekarang, perubahan persediaan modal per pekerja : Dk = i –(d+n +g)k, di mana i sama dengan s f(k).
Catat : k = K/LE
dan y=Y/(L x E).
Jadi, y = f(k)
sekarang berbeda. Juga, bila g ditambahkan, gk diperlukan untuk
menyediakan modal pada “pekerja efektif” baru muncul oleh kemajuan teknologi.
Kemajuan teknologi yang mengoptimalkan-tenaga kerja pada
tingkat g mempengaruhi model
pertumbuhan Solow dengan cara yang hampir sama sebagaimana dilakukan
pertumbuhan populasi pada tingkat n.
Sekarang Karena k didefinisikan sebagai jumlah modal per
pekerja efektif, kenaikan jumlah pekerja efektif karena kemajuan teknologi
cenderung mengurangi k. Pada kondisi
mapan, investasi sf(k) mengatasi dengan tepat penurunan pada k karena depresiasi, pertumbuhan populasi, dan
kemajuan teknologi.
Dampak Kemajuan Teknologi
Modal per pekerja efektif adalah konstan pada kondisi
mapan. Karena y = f(k), output per
pekerja efektif juga konstan. Namun efisiensi tiap pekerja aktual tumbuh pada
tingkat g. Jadi, output per pekerja, (Y/L = y x E) juga tumbuh pada tingkat g. Output total Y = y x (E x L) tumbuh pada tingkat n + g
Hanya kemajuan
teknologi dapat menjelaskan pertumbuhan berkelanjutan dan kenaikan standar
kehidupan berkelanjutan Pengenalan kemajuan teknologi juga memodifikasi
kriteria untuk Kaidah Emas. Tingkat modal Kaidah Emas sekarang didefinisikan
sebagai kondisi mapan yang memaksimalkan konsumsi per pekerja efektif. Jadi,
kita dapat menunjukkan bahwa konsumsi kondisi-mapan per pekerja efektif adalah
:
c*= f (k*) - (d + n + g) k*
Konsumsi kondisi-mapan dimaksimalkan jika
MPK = d + n + g
disusun ulang,
MPK - d = n + g
Yakni, pada
tingkat modal Kaidah Emas, produk marjinal modal neto, MPK - d, sama dengan tingkat pertumbuhan output total, n + g. Karena
perekonomian aktual mengalami baik pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi,
kita harus menggunakan kriteria ini untuk mengevaluasi apakah perekonomian
aktual ini memiliki modal lebih banyak atau sedikit daripada perekonomian
kondisi mapan Kaidah Emas.
Tingkat
Pertumbuhan kondisi-mapan pada Model Solow dengan Kemajuan Teknologi
|
VARIABEL
|
SIMBOL
|
Tingkat Pertumbuhan
Kondisi Mapan
|
|
Modal per pekerja efektif
|
k = K/(E x L)
|
0
|
|
Output per pekerja efektif
|
y = Y/(E x L) = f(k)
|
0
|
|
Output per pekerja
|
Y/L = y x E
|
0
|
|
Output total
|
Y = y x (E x L)
|
n+g
|
B. Dari
Teori Pertumbuhan ke Bukti Nyata Pertumbuhan
Sejauh ini kita telah memperkenalkan kemajuan teknologi
ke dalam model Solow untuk menjelaskan pertumbuhan berkelanjutan pada standar
kehidupan. Mari kita sekarang mendiskusikan apa yang terjadi ketika teori
menemui kenyataan.
Pertumbuhan Berimbang
Menurut model
Solow, kemajuan teknologi menyebabkan nilai banyak variabel untuk naik bersama-sama pada kondisi mapan.
Sifat ini disebut pertumbuhan berimbang (balanced growth).
Pada kondisi
mapan, output per pekerja, Y/L, dan persediaan modal per pekerja, K/L,
keduanya tumbuh pada tingkat g, yang
adalah tingkat kemajuan teknologi. Ini konsisten dengan data AS di mana g bernilai sekitar 2 persen secara
konsisten sejak 50 tahun lalu.
Kemajuan
teknologi juga mempengaruhi harga-harga faktor. Pertumbuhan upah riil pada
tingkat kemajuan teknologi, tapi harga sewa modal riil tetap konstan setiap
saat. Lagi, selama 50 tahun terakhir, upah riil telah meningkat 2 persen dan
telah meningkat hampir sama dengan GDP riil. Namun, harga sewa modal riil
(pendapatan modal riil dibagi persediaan modal) telah sekitar sama.
Konvergensi
Sifat mengejar ketertinggalan disebutkonvergensi. Jika
tidak ada konvergensi, negara yang awalnya miskin akan tetap miskin. Model
Solow membuat prediksi tentang kapan konvergensi akan terjadi. Menurut model,
apakah dua perekonomian akan bertemu bergantung pada mengapa mereka berbeda
pada awalnya (yaitu, tingkat tabungan, tingkat pertumbuhan populasi, dan
akumulasi human capital ).
Akumulasi Faktor Vs Efisiensi Produksi
Perbedaan pendapatan adalah hasil dari :
1) Faktor-faktor
produksi seperti kuantitas modal fisik dan human capital
2) Efisiensi
dalam penggunaan faktor-faktor produksi Secara sederhana, pekerja di negara
miskin tidak memiliki alat dan keterampilan, atau mereka tidak memanfaatkan
alat dan keterampilannya secara optimal. Dalam model Solow, pertanyaan
sentralnya adalah apakah kesenjangan besar antara kaya dan miskin disebabkan
oleh perbedaan akumulasi modal, atau perbedaan fungsi produksi.
Tingkat tabungan
menentukan tingkat modal dan output kondisi-mapan. Suatu tingkat tabungan
tertentu menghasilkan kondisi mapan Kaidah Emas, yang memaksimumkan konsumsi
per pekerja. Mari kita gunakan Kaidah Emas untuk menganalisis tingkat tabungan
AS. Membandingkan Produk marjinal modal neto dari depresiasi (MPK – d ) dan Tingka pertumbuhan output
total (n + g).
Ingat bahwa pada kondisi mapan Kaidah Emas,
(MPK – d) = (n + g)
Jumlah modal
pada kondisi mapan Kaidah Emas
Jika perekonomian beroperasi dengan modal lebih banyak
daripada kondisi mapan Kaidah Emas, maka (MPK
– d < n + g)
Jika perekonomian
beroperasi dengan modal lebih sedikit daripada kondisi mapan Kaidah Emas, maka
(MPK – d > n + g)
Untuk membuat
perbandingan ini di perekonomian AS, kita perlu menaksir tangka pertumbuhan
output (n + g) dan produk marjinal
modal neto(MPK – d). GDP AS tumbuh
sekitar 3 persen per tahun, jadi,n + g
= 0.03.
Kita dapat menaksir produk marjinal modal neto dari fakta-fakta berikut
:
1)Persediaan modal sekitar 2,5 kali GDP satu tahun, atau
k
= 2.5y
2)Depresiasi modal sekitar 10 persen GDP, atau dk = 0.1y
3)Pendapatan modal sekitar 30 persen GDP, atau MPK x k
= 0.3y
Kita menyelesaikan tingkat depresiasi d dengan membagi
persamaan 2 dengan persamaan 1:
d/k= (0.1y)/(2.5y)
d = 0.04
Dan kita menyelesaikan produk marjinal modal (MPK) dengan
membagi persamaan 3 dengan persamaan 1:
(MPK k)/k = (0.3y)/(2.5y)
MPK= 0.12
Jadi, sekitar 4 persen persediaan modal terdepresiasi
tiap tahun, dan produk marjinal modal sekitar 12 persen per tahun. Produk
marjinal modal neto, MPK – d,
sekitar 8 persen
per tahun.
Kita sekarang dapat melihat bahwa pengembalian modal (MPK –
d = 8 persen per tahun) jauh di atas tingkat pertumbuhan perekonomian (n + g = 3 persen per tahun). Ini
mengindikasikan bahwa persediaan modal pada perekonomian AS jauh di bawah
tingkat Kaidah Emas. Dengan kata lain, jika AS menabung dan menginvestasikan
bagian yang lebih banyak dari pendapatannya, ia akan tumbuh lebih cepat dan
akhirnya mencapai kondisi mapan dengan konsumsi lebih tinggi.
C. Kebijakan
Untuk Mendorong Pertumbuhan Untuk Mengevaluasi Tingkat Tabungan
Tabungan
masyarakat adalah selisih antara apa yang pemerintah terima dalam pendapatan
pajak dikurangi apa yang dibelanjakannya. Ketika pengeluaran > pendapatan,
terjadi defisit anggran Ketika pengeluaran < pendapatan, terjadi surplus
anggaran Tabungan swasta adalah tabungan yang dilakukan rumah tangga dan
perusahaan.
Mengubah Tingkat
Tabungan
Cara langsung pemerintah mempengaruhi tingkat tabungan
adalah melalui tabungan publik, yaitu perbedaan antara penerimaan pemerintah
dari pajak dan belanja yang dilakukan. Jika belanja melebihi penerimaan, maka
pemerintah akan mengalami defisit belanja, yang kemudian menaikkan suku bunga
dan investasi akan turun. Penurunan persediaan modal akan menjadi bagian dari
beban hutang nasional. Sebaliknya jika belanja lebih sedikit dari pendapatan
pajak, maka pemerintah akan surplus, sehingga bisa digunakan untuk melunasi
hutang dan mendorong investasi. Pemerintah juga dapat mempengaruhi tingkat
tabungan melalui tabungan swasta, yaitu tabungan rumah tangga dan perusahaan.
Fakta di lapangan, tingkat tabungan swasta sering dipengaruhi oleh berapa bunga
yang akan mereka peroleh, dan tingkat bunga ini bisa dipengaruhi oleh kebijakan
pemerintah. Kebijakan menaikkan pajak akan mengurangi tingkat tabungan swasta
karena tingkat bunga akan turun. Sebaliknya perlakuan khusus kantor pajak
terhadap tabungan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk menabung.
Mengalokasikan
Investasi Perekonomian
Pemerintah hendaknya menginvestasikan modalnya untuk
membangun infrastruktur pada bidang yang menghasilkan MPK terbesar. Beberapa
ekonom mendesak pemerintah agar menciptakan tingkat perlakuan pajak yang adil
bagi tiap bidang investasi. Sementara ekonom lain berpendapat pemerintah
hendaknya secara aktif mendorong bentuk penanaman modal tertentu, seperti
investasi pada teknologi terbaru yang membuat proses produksi lebih efisien
sehingga produksi bisa meningkat. Namun sebagian besar ekonom skeptis terhadap
kebijakan pemerintah dalam bidang teknologi, karena :
· Mengukur
eksternalitas (akibat positif dan negatif dari penggunaan teknologi) dari
sektor yang berbeda adalah mustahil
· Proses
politik yang tidak sempurna, terutama ketika pemerintah mendukung proses
teknologi pada bidang tertentu, maka akan ada reward dari pihak investor
sebagai bagian dari pengaruh kekuasaan legislatif.
Proses politik
yang tidak sempurna, terutama ketika pemerintah mendukung proses teknologi pada
bidang tertentu, maka akan ada reward dari pihak investor sebagai bagian dari
pengaruh kekuasaan legislatif.
Membangun Institusi Yang Tepat
Negara-negara
mungkin memiliki berbagai tingkat produktivitas sebagian karena mereka memiliki
berbagai institusi yang mengatur alokasi sumber daya mereka yang langka.
Sebagai contoh, tradisi legal suatu negara adalah institusi. Contoh lain adalah
kualitas pemerintah sendiri dan tingkat korupsi yang ada dalam infrastruktur
politik.
Mendorong Kemajuan Teknologi
Model Solow
menunjukkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan dalam pendapatan per pekerja harus
berasal dari kemajuan teknologi. Model Solow, namun, menganggap kemajuan
teknologi sebagai variabel eksogen, dan karenanya tidak menjelaskannya.
D. Di Luar
Model Solow :
Tujuan adanya
teori pertumbuhan ekonomi adalah menjelaskan bagaimana peningkatan standar
hidup di suatu negara bisa berjalan sangat cepat. Dalam Model Solow ditunjukkan
bahwa peningkatan ekonomi yang sangat pesat adalah karena faktor teknologi.
Solow mengasumsikan bahwa perubahan teknologi terjadi karena pengaruh dari luar
(eksogen). Lalu lahirlah teori Pertumbuhan Endogen yang menolak asumsi dasar
Solow tentang perubahan teknologi eksogen (yang berasal dari luar).
Model Sederhana
Persamaan
pertama yang sederhana :
Y = AK di mana Y : output K : persediaan modal. A : konstanta yang
mengukur jumlah output yang dihasilkan tiap unit modal
catatan :
Fungsi produksi ini tidak memiliki pengembalian modal yang kian menurun. Satu
unit modal tambahan menghasilkan A unit output tambahan berapapun modal yang
ada. Ketiadaan pengembalian modal yang kian menurun ini merupakan perbedaan
kunci antara model pertumbuhan endogen ini dan model Solow.
Persamaan kedua
tentang akumulasi modal ∆K = sY –dK Dimana :
∆K : perubahan persediaan modal
sY : investasi
dK : depresiasi
Kita gabungkan
persamaan ini menjadi :
∆K = sY – dK
∆K = sAK –dK
∆K/K = sA –d
∆Y/Y =∆K/K = sA –d
Sepanjang sA > d , pendapatan perekonomian
tumbuh selamanya, bahkan tanpa asumsi kemajuan teknologi eksogen. Pada model
Solow, tabungan mendorong pertumbuhan sementara, tapi pengembalian modal yang
kian menurun akhirnya mendorong perekonomian mendekati kondisi mapan di mana
pertumbuhan hanya bergantung pada kemajuan teknologi eksogen. Sebaliknya, pada
model pertumbuhan endogen, tabungan dan investasi bisa mendorong pertumbuhan
yang berkesinambungan.
Model Dua Sektor
Diasumsikan
perekonomian memiliki dua sektor, yaitu perusahaan manufaktur dan penelitian
universitas. Perusahaan
Manufaktur :
Y = F[K,(1-u)LE)
Riset
Universitas :
∆E = g(u)E
Akumulasi modal
:
∆K = sY− dK
Dimana :
Y : total output dari perusahaan manufaktur
F : fungsi
produksi
K : modal
L : tenaga
Kerja
u : pecahan
dari kekuatan tenaga kerja di Universitas
1-u : pecahan
dari kekuatan tenaga kerja di perusahaan manufaktur
E : persediaan pengetahuan ( dimana hal in
menentukan efisiensi dari tenaga kerja)
∆E :
perubahan/tingkat kemajuan pengetahuan g : fungsi yang menunjukkan bagaimana
pertumbuhan pengetahuan tergantung dari pecahan dari kekuatan tenaga kerja di
universitas
∆K ∶ perubahan persediaan modal
sY : investasi
dK : depresiasi
Jika kita
menggandakan jumlah modal (K) dan jumlah pekerja effektif ((1-u)LE), maka
output berupa barang dan jasa juga akan menjadi ganda.
Jika u konstan,
maka fungsi g(u) juga konstan. Akibatnya ∆E hanya ditentukan oleh berapa besar
E (efisiensi tenaga kerja) yang memiliki pertumbuhan yang konstan. Pertumbuhan
konstan ini secara tepat adalah sama dengan asumsi yang dibuat dalam Model
Solow yaitu kemajuan teknologi. Hasil yang sama juga akan terlihat pada
persamaan akumulasi modal. Dan hasilnya, untuk setiap besaran u model
pertumbuhan endogen akan sama saja dengan Model Solow.
Dalam Model Solow, variabel s menentukan
kondisi mapan dari persediaan modal. Sementara di teori endogen, u menentukan
pertumbuhan persediaan pengetahuan. Keduanya s dan u memengaruhi tingkat
penghasilan, walaupun hanya u yang memengaruhi kondisi mapan dari tingkat
penghasilan.
Penelitian dan Pengembangan Mikro ekonomi
Teori endogen
membantu kita memahami bagaimana proses teknologi berjalan yaitu melalui
pertambahan pengetahuan. Namun teori ini hanya menjelaskan secara mendasar
penciptaan sebuah pengetahuan. Padahal kalau kita berfikir sejenak, maka ada
hal lain yang perlu dipertimbangkan :
· Walaupun
pengetahuan secara garis besar adalah barang publik, tapi banyak penelitian
dilakukan oleh perusahaan dengan motif mencari keuntungan.
· Penelitian
sangat menguntungkan karena penemuan dapat memberikan perusahaan sebuah
monopoli sementara, akibat sistem paten maupun keuntungan karena menjadi
perusahaan pertama dengan produk terbaru.
· Ketika
perusahaan yang satu menemukan sesuatu, maka perusahaan yang lain akan berusaha
membangun inovasi generasi selanjutnya yang lebih sempurna
Proses Penghancuran Kreatif
Dalam bukunya Capitalism, Socialism, and Democracy, ekonom Joseph
Schumpeter menyatakan bahwa
kemajuan ekonomi berasal dari proses penghancuran kreatif. Penggerak kemajuan
adalah pengusaha dengan ide untuk produk baru, cara baru menhasilkan produk
lama atau beberapa inovasi lain. Dengan penemuan baru, seorang enterpreneur
ketika melempar produk ke pasar mereka akan memperoleh tingkat monopoli
tertentu. Tingkat monopoli inilah yang menjadi motivasi enterpreneur, karena
monopoli berarti profit yang besar. Adanya pemain baru dalam pasar adalah hal
yang bagus bagi konsumen, karena mereka akan mempunyai pilihan barang yang lebih
banyak. Akan tetapi keadaan ini akan menjadi sulit bagi pemain lama yang sulit
bersaing dengan pemain baru. Jika mereka tidak siap, mereka akan tersingkir
dari persaingan. Seiring berjalannya waktu proses ini akan terulang kembali.
Pemain baru telah menjadi pemain yang telah lama menguasai pasar dengan
keuntungan yang melimpah sampai datang pemain yang lebih baru dengan inovasi
generasi selanjutnya. Tersingkirnya pemain lama dalam industri oleh pemain baru
karena adanya inovasi inilah yang dinamakan dengan penghancuran kreatif
Itu jawaban nya apa ?
BalasHapus