Pengantar Fluktuasi Ekonomi
Siklus
Bisnis
Fluktuasi jangka-pendek dalam output dan
kesempatan kerja (employment) disebut siklus bisnis.
Pada bab-bab sebelumnya, kita mengembangkan teori-teori untuk
menjelaskan bagaimana perekonomian bergerak dalam jangka-panjang; sekarang kita
akan mencoba memahami bagaimana perekonomian bergerak dalam jangka-pendek.
GDP
dan Komponen-komponennya
GDP adalah
tempat pertama untuk mulai ketika menganalisis siklus bisnis, karena merupakan
ukuran terbesar dari kondisi perekonomian. Biro Penelitian
Ekonomi Nasional (NBER) adalah penentu resmi (di AS) apakah perekonomian
mengalami resesi. Resesi biasa didefinisikan oleh suatu periode di mana ada dua penurunan
berturutan pada GDP riil. Dalam resesi,
baik konsumsi dan investasi menurun; namun, investasi (perlengkapan bisnis,
konstruksi, perumahan baru dan inventaris) bahkan lebih riskan terhadap
penurunan.
Okun's Law
Dalam resesi,
pengangguran meningkat. Hubungan negatif (bila satu naik, yang lain turun)
antara pengangguran dan GDP ini disebut Hukum Okun (Okun’s Law),
dari Arthur Okun, ekonom yang pertama mempelajarinya. Secara ringkas,
ini didefinisikan sebagai :
Perubahan
Persentase GDP Riil = 3,5% - 2 ´ Perubahan
Tingkat Pengangguran
Jika tingkat
pengangguran tetap sama, GDP riil tumbuh sekitar 3,5 persen. Untuk setiap poin
persentase tingkat pengangguran meningkat, pertumbuhan GDP riil biasanya turun
sekitar 2 persen. Jadi, jika tingkat pengangguran
naik dari 5 ke 8 persen, maka pertumbuhan GDP riil akan menjadi Perubahan
persentase GDP riil = 3,5% - 2 ´ (8% - 5%) = - 2,5% Dalam
kasus ini, GDP akan turun 2,5%, mengindikasikan bahwa perekonomian sedang mengalami resesi.
Indikator Ekonomi Utama
Banyak ekonom
dalam bisnis dan pemerintah memiliki peran meramalkan fluktuasi jangka-pendek
perekonomian. Salah satucara yang para ekonom gunakan untuk meramal adalah
melihat pada indikator utama (leading indicators). Tiap
bulan, Conference Board, sebuah kelompok riset ekonomi
swasta
mengumumkan indeks dari indikator-indikator ekonomi utama, yang
terdiri dari 10 seri data
1)
Hari kerja
rata-rata per minggu pekerja produksi industri manufaktur
2)
Klaim
mingguan awal rata-rata untuk asuransi pengangguran
3)
Pesanan
baru barang konsumen dan material disesuaikan untuk inflasi
4)
Pesanan
baru, barang modal non pertahanan
5)
Kinerja
produsen
6)
Pemberian
izin gedung baru
7)
Indeks
harga saham
8)
Jumlah
uang beredar (M2) disesuaikan untuk inflasi
9) Penyebaran
tingkat bunga : sebaran hasil antara surat utang berjangka 10 tahun dan surat utang berjangka
3 bulan
1 Indeks
harapan konsumen
Horizon Waktu pada Makroekonomi
Teori
makroekonomi klasik berlaku pada jangka panjang tapi tidak pada jangka
pendek MENGAPA ?
Jangka pendek
dan panjang berbeda pada perilaku harga.Pada jangka panjang, harga fleksibel
dan dapat bereaksi pada perubahan
penawaran atau permintaan. Pada jangka pendek, banyak harga yang “kaku” pada
tingkat tertentu.Karena harga berperilaku beda pada jangka pendek dan
panjang, kebijakan ekonomi memiliki dampak berbeda pada horizon waktu berbeda. Mari
kita lihat bagaimana hal ini terjadi.
Model Penawaran Agregat dan
Permintaan Agregat
Model makroekonomi ini memungkinkan
kita memeriksa bagaimana tingkat harga agregat dan jumlah output agregat
ditentukan dalam jangka pendek. Ini juga
menyediakan suatu cara untuk membedakan bagaimana kinerja perekonomian dalam
jangka panjang dan dalam
jangka pendek
Permintaan Agregat
Permintaan
Agregat (Aggregate demand, AD) adalah hubungan
antara jumlah output diminta dan tingkat
harga agregat. Ini menyatakan jumlah barang dan jasa yang orang ingin beli pada
tiap tingkat harga tertentu. Ingat Teori Kuantitas Uang
(MV=PY), di mana M adalah jumlah uang beredar, V adalah
perputaran uang, P adalah tingkat harga, dan Y adalah jumlah
output. Tidak realistis, namun asumsi yang memudahkan yaitu perputaran uang adalah konstan. Juga, ketika
memahami persamaan ini, ingat persamaan
kuantitas dapat ditulis ulang dalam istilah penawaran dan permintaan untuk
keseimbangan uang riil : M/P = (M/P)d = kY, di
mana k = 1/V adalah parameter penentu berapa banyak uang orang
ingin pegang untuk tiap dolar pendapatan. Persamaan ini menyatakan bahwa
penawaran keseimbangan uang M/P sama dengan permintaan dan bahwa permintaan adalah proporsional terhadap
output. Asumsi perputaran konstan sebanding dengan asumsi permintaan konstan
akan keseimbangan uang riil per unit output.
Kurva Permintaan Agregat
Kurva Permintaan
Agregat (AD) menunjukkan hubungan negatif antara tingkat harga P dan jumlah
barang dan jasa yang diminta Y, digambarkan untuk nilai jumlah uang beredar M
tertentu. Kurva ini miring ke bawah : semakin tinggi tingkat harga P,
semakin rendah tingkat keseimbangan riil M/P, dan karenanya semakin
rendah jumlah barang dan jasa yang diminta Y.
Seiring tingkat harga menurun, kita bergerak
ke bawah sepanjang kurva AD Tiap perubahan pada M atau V akan
menggeser kurva AD. Ingat permintaan output riil bervariasi berbanding
terbalik dengan tingkat harga.
TINGKAT
HARGA
AD Y =
MV/¯P
OUT PUT ( Y )
Pikirkan tentang
penawaran dan permintaan keseimbangan uang riil. Jika output lebih tinggi,
orang terlibat transaksi lebih banyak dan butuh keseimbangan riil M/P lebih
tinggi. Untuk jumlah uang beredar M tetap, keseimbangan
riil lebih tinggi berdampak tingkat harga lebih rendah. Sebaliknya, jika
tingkat harga lebih rendah, keseimbangan uang riil lebih tinggi; tingkat
keseimbangan riil lebih tinggi memungkinkan volume transaksi yang lebih besar,
yang berarti jumlah output diminta lebih besar.
Kurva permintaan
agregat digambar untuk nilai tertentu dari jumlah uang beredar. Dengan kata
lain, ini menyatakan kombinasi-kombinasi yang mungkin dari P dan Y
untuk nilai M tertentu. Jika Bank Sentral mengubah jumlah uang beredar,
maka kombinasi yang mungkin dari P dan Y berubah, yang berarti
kurva permintaan agregat bergeser.
Penurunan jumlah uang beredar M
mengurangi nilai output nominal PY.
Untuk tiap tingkat harga P tertentu,
output Y jadi lebih rendah. Jadi,
penurunan jumlah uang beredar
menggeser kurva AD ke dalam dari
AD ke AD'.
Penawaran Agregat
Penawaran
Agregat (Aggregate Supply, AS) adalah hubungan antara jumlah
barang dan jasa yang ditawarkan dan tingkat harga. Karena perusahaan yang menawarkan
barang dan jasa memiliki harga fleksibel
dalam jangka panjang tapi harga kaku
dalam jangka pendek, hubungan-hubungan pada penawaran agregat bergantung pada
horizon waktu ada dua kurva
penawaran agregat berbeda : kurva penawaran agregat jangka-panjang (long-run
aggregate supply curve, LRAS) dan kurva penawaran agregat jangka-pendek (short-run
aggregate supply curve, SRAS). Kita juga harus mendiskusikan
bagaimana perekonomian membuat transisi dari jangka pendek ke jangka panjang.
Tapi, pertama-tama, kita buat kurva penawaran jangka-panjang (LRAS).
Jangka Panjang Kurva Penawaran
Agregat-Vertikal
Karena model
klasik menggambarkan bagaimana perekonomian berjalan dalam jangka panjang, kita
dapat mengambil kurva penawaran agregat jangka-panjang
dari model klasik. Ingat jumlah
output yang diproduksi bergantung pada jumlah tertentu dari modal dan tenaga
kerja dan teknologi yang tersedia. Untuk
ini, kita tulis Y = F(K, L) = Y Menurut model
klasik, output tidak bergantung pada tingkat harga.
Kurva penawaran
agregat-vertikal memenuhi dikotomi klasik, karena menunjukkan tingkat output
tak tergantung jumlah uang beredar. Tingkat output jangka-panjang ini, Y,
disebut kesempatan kerja penuh (full-employment) atau
tingkat output alami (natural). Ini adalah tingkat output di mana
sumber-sumber daya perekonomian dikaryakan sepenuhnya, atau lebih realistis, di
mana pengangguran berada pada tingkat wajarnya
Jangka Pendek: Kurva Penawaran Agregat Horizontal
Ingat kurva LRAS
vertikal mengasumsikan perubahan tingkat harga tak berdampak lama pada Y
(karena proses kliring-pasar)--yang jadi model untuk memeriksa jangka panjang.
Tapi kita butuh teori untuk jangka pendek, didefinisikan sebagai interval waktu
di mana pasar tidak sepenuhnya bergerak ke arah keseimbangan.
Pendekatan
sederhana, tapi berguna yaitu asumsi kekakuan
harga jangka-pendek berarti kurva penawaran agregat adalah datar.
Seiring AD bergeser ke AD¢ kita
bergerak pada arah barat-timur ke titik B pada kurva penawaran agregat jangka
pendek (SRAS). Maka, dalam jangkan panjang, kita bergerak dari B
ke C (bergerak ke atas sepanjang AD¢).
Ekuilibrium Jangka-Panjang
Dalam jangka
panjang, perekonomian ada pada perpotongan kurva penawaran agregat
jangka-panjang dan kurva permintaan agregat. Karenaharga-harga telah
disesuaikan pada tingkat ini, SRAS memotong titik ini pula.
Penurunan Permintaan Agregat
Perekonomian
mulai pada ekuilibrium jangka-panjang di titik A. Maka, penurunan permintaan agregat, mungkin
disebabkan penurunan jumlah uang beredar M, menggeser perekonomian dari titik A
ke titik B, di manaoutput di bawah tingkat alaminya. Seiring harga turun,
perekonomian pulih dari resesi, bergerak dari titik B ke titik C.
Kebijakan Stabilisasi
Perubahan
eksogen pada penawaran atau permintaan agregat disebut guncangan (shocks). Guncangan yang mempengaruhi penawaran agregat disebut guncangan penawaran (supply shock). Guncangan yang mempengaruhi permintaan agregat disebut guncangan permintaan (demand shock).
Guncangan-guncangan
ini yang mengganggu perekono-mian mendorong output dan pengangguran menjauh
dari tingkat alaminya.
Satu tujuan dari
model penawaran/permintaan agregat adalah untuk membantu menjelaskan bagaimana
guncangan menyebabkan fluktuasi ekonomi. Ekonom memakai
istilah kebijakan stabilisasi (stabilization
policy), merujuk pada aksi kebijakan yang diambil untuk mengurangi
tekanan fluktuasi ekonomi jangka pendek. Kebijakan stabilisasi mencoba memperkecil
siklus bisnis dengan menahan output dan kesempatan kerja sedekat mungkin dengan
tingkat alaminya. Model pada bab ini adalah versi lebih sederhana dari model
yang akan kita lihat pada bab-bab berikutnya.
Guncangan
pada Permintaan Agregat
Perekonomian
mulai dalam ekuilibrium jangka-panjang di titik A. Kenaikan permintaan
agregat, akibat peningkatan perputaran uang,menggerakkan perekonomian dari
titik A ke titik B, di mana output di atas tingkat
alaminya. Seiring harga naik, output berangsur-angsur kembali ketingkat
alaminya, dan perekonomian bergerak dari titik B ke titik C.
Guncangan
pada Penawaran Agregat
Guncangan
penawaran yang memperburuk meningkatkan biaya dan harga. Jika AD dipertahankan konstan,
perekonomian bergerak dari titik A ke titik B, mengarah pada
stagflasi—kombinasi kenaikan harga dan penurunan tingkat output. Akhirnya,
seiring harga turun, perekonomian kembali ke tingkat alami pada titik A.
Mengakomodasi
Guncangan Penawaran yang Memperburuk
Menanggapi
guncangan penawaran yang memperburuk, Bank Sentral bisa meningkatkan permintaan
agregat untuk mencegah penurunan output. Perekonomian bergerak dari titik A
ke titik B. Biaya dari kebijakan ini adalah tingkat harga yang lebih
tinggi secara permanen.
Konsep-konsep Penting Bab 9
Permintaan
agregat (Aggregate demand)
Penawaran
agregat (Aggregate supply)
Guncangan (Shocks)
Guncangan
permintaan (Demand shocks)
Guncangan
penawaran (Supply shocks)
Kebijakan
stabilisasi (Stabilization policy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar