PEREKONOMIAN TERBUKA
Pada chapter sebelumnya telah dibahas
makroekonomidengan asumsi bahwa negaramenganut sistem perekonomian tertutup.
Namun sejatinya banyak negara tidakdapat hidup tanpa adanya negara lain.
Contohnya, saat kita ke pasar, maka akandijumpai apel malang atau apel
washington. Ketika kita menabung di bank, makabank dapat meminjamkannya kepada
pedagang bakso tetangga kita ataupun kepadapengusaha dari Singapura.
A. Arus Modal Dan Barang
Internasional
Peran dari Net Ekspor
Pada perekonomian terbuka, pengeluaran negara tiap
tahun belum tentu samadengan output barang dan jasanya. Suatu negara bisa
melakukan pengeluaran lebihbanyak ketimbang produksinya dengan meminjam dari
luar negeri, atau bisamelakukan pengeluaran lebih kecil dari produksinya dan memberi
pinjaman padanegara lain.
Y = C + I + G + NX
Y: Jumlah permintaan untuk output domestik
C: Konsumsi rumah tangga
I: Investasi oleh sektor usaha & rumah tangga
G: Pembelian pemerintah
NX: Ekspor netto atau permintaan luar
negeri netto = Ekspor - ImporPengeluaran domestik atas seluruh barang
dan jasa adalah jumlah pengeluaranuntuk barang dan jasa domestik serta barang
dan jasa mancanegara
Arus Modal Internasional dan Neraca Perdagangan
Y - C – G = I + NX
Y - C – G sering
disebut tabungan nasional atau S. Jadi :
S = I + NX atau S – I = NX.
Bentuk identitas pos pendapatan nasional ini
menunjukkan bahwa ekspor neto suatuperekonomian harus selalu sama dengan
selisih antara tabungan dan investasinya.Dimana S adalah investasi asing netto
dan NX adalah neraca perdagangan.
·
Jika S – I dan NX positif, kita punya surplus perdagangan (trade surplus). Kita
jadinegara donor di pasar uang dunia, dan kita mengekspor lebih banyak barang
daripada mengimpornya.
·
Jika S – I
dan NX negatif, kita punya defisit
perdagangan (trade deficit). Kita jadinegara pengutang di pasar uang
dunia, dan kita mengimpor lebih banyak barangdaripada mengekspornya.
·
Jika S
- I dan NX nol, kita punya perdagangan berimbang (balanced
trade) karenanilai impor sama dengan nilai ekspor.
Dari Y = C + I + G + NX, juga bisa didapat NX
= Y - (C + I + G), yang menunjukkan bahwa dalam perekonomian
terbuka, pengeluaran domestik tidak perlu samadengan output barang dan jasa.
Jika output melebihi pengeluaran domestik, kitamengekspor selisihnya dan ekspor
neto adalah positif. Jika output kurang daripengeluaran domestik, kita
mengimpor selisihnya dan ekspor neto adalah negatif.
Contoh Arus Modal dan Barang Internasional
Neraca perdagangan bilateral antara dua negara berarti bahwa nilai komoditasnegara jual ke
negara lain sama dengan nilai komoditas yang dibeli dari negara itu.Contohnya,
ada neraca perdagangan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Cinajika AS
membeli sepasang sepatu dari Cina seharga $300, tapi juga menjual jeans keCina
seharga $300.
Suatu negara bisa punya defisit dan surplus
perdagangan besar dengan berbagainegara tapi punya perdagangan berimbang keseluruhan. Contoh, ada perdaganganberimbang keseluruhan jika AS jual jeans $300 ke Jepang, Jepang jual jok mobil
$300ke Cina, dan Cina jual sepatu $300 ke AS. Pada kasus ini, tiap negara yang
membelisesuatu tanpa menjual sesuatu ke negara yang sama punya defisit
perdaganganbilateral. Tapi, tiap negara punya perdagangan berimbang
keseluruhan, mengekspordan mengimpor barang seharga $300.
B. Tabungan dan Investasi dalam Perekonomian
Terbuka KecilMobilitas Modal Dan Tingkat Bunga Dunia
Telah diurai
bahwa neraca perdagangan sama dengan arus modal ke luar neto, yanglalu sama
dengan tabungan dikurangi investasi. Model kita berfokus pada tabungandan
investasi. Kita biarkan perekonomian mengalami defisit perdagangan danmeminjam
dari negara lain, atau mengalami surplus perdagangan dan memberipinjaman pada
negara lain.
Misal perekonomian terbuka kecil
dengan mobilitas modal sempurna di manatingkat bunga di dalamnya
sama dengan tingkat bunga dunia r*,dinotasikan r = r*. Dalam perekonomian tertutup, yang menentukan tingkat bunga
adalahkeseimbangan tabungan domestik dan investasi karenanya keseimbangan
tabungandunia dan investasi dunia menentukan tingkat bunga dunia.
Asumsi Perekonomian Kecil Terbuka
Pembahasan pada chapter ini menggunakan asumsi
perekonomian suatu negaraadalah perekonomian terbuka yang kecil dengan tujuan
untuk lebihmenyederhanakan analisis yang dilakukan, sehingga dapat membantu
pemikiran kita agar tidak terlalu rumit.
Model Perekonomian Kecil Terbuka
·
Output perekonomian ditentukan oleh faktor-faktor produksi
dan fungsi produksi
·
Konsumsi
berhubungan secara positif dengan pendapatan disposabel
·
Investasi
berhubungan secara negatif dengan tingkat bunga riil
·
Identitas
pos pendapatan nasional, diekspresikan dalam tabungan dan investasi.
·
Persamaan
ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan ditentukan oleh selisihantara tabungan
dan investasi pada tingkat bunga dunia.
Bagaimana
Kebijakan Mempengaruhi Neraca Perdagangan
Di perekonomian tertutup, r
menyeimbangkan tabungan dan investasi. Di perekonomian terbuka kecil, tingkat
bunga ditentukan pasar keuangan dunia. Selisih antara tabungan dan investasi
menentukan neraca perdagangan. Di kasus ini, karena r* diatas r tertutup dan tabungan
melebihi investasi, ada surplus perdagangan. Jadi, pada perdagangan berimbang,
kenaikan tingkat bunga dunia karena ekspansi fiskal luar negeri menyebabkan
surplus perdagangan. Jika tingkat bunga dunia berkurang ke r * ',I akan
melebihi S dan akan ada defisit perdagangan.
Kenaikan permintaan investasi dari
I(r)1 ke I(r)2 menyebabkan kenaikan jumlah investasi pada tingkat bunga dunia
pada r*. Hasilnya, investasi sekarang melebihi tabungan, yang artinya
perekonomian membutuhkan pinjaman dari luar negeri dan menyebabkan defisit
perdagangan (NX < 0).
Mengevaluasi
Kebijakan Ekonomi
Pada suatu negara, bila mereka
mengalami defisit anggaran, maka dapat merefleksikan bahwa mereka memiliki
tingkat saving yang rendah. Tapi defisit tidak selalu menjada malapetaka
ekonomi. Terbukti Korea yang pada tahun 70-an mengalami defisit yang besar,
saat ini telah tumbuh menjadi sangat pesat.
C. Nilai Tukar/
Kurs
Kurs Nominal
Dan Kurs Riil
Kurs antara dua negara adalah harga
yang penduduk negara-negara tersebut tukarkan satu sama lain. Kurs nominal
adalah harga relatif mata uang dua Negara (e). Contohnya, jika kurs antara
dolar AS dan yen Jepang adalah 120 yen per dolar, maka Anda dapat menukar satu
dolar untuk 120 yen dalam pasar dunia untuk mata uang asing. Seorang Jepang
yang ingin memperoleh dolar akan membayar 120 yen untuk tiap dolar yang ia
beli. Seorang Amerika yang ingin memperoleh yen akan mendapat 120 yen untuk
tiap dolar yang ia bayar. Jika orang merujuk pada “kurs” antara dua negara,
biasanya berarti kurs nominal.
Kurs riil adalah harga barang
relatif antara dua negara kadang disebut terms of trade. Untuk melihat
perbedaan antara kurs riil dan nominal, misalkan barang yang diproduksi di
banyak negara : mobil. Anggap harga mobil Amerika $10.000 dan harga mobil
Jepang 2.400.000 yen.Untuk membandingkan harga kedua mobil tersebut, kita harus
mengkonversinya ke mata uang umum. Jika satu dolar bernilai 120 yen, maka harga
mobil Amerika 1.200.000 yen. Membandingkan harga mobil Amerika (1.200.000 yen)
dan harga mobil Jepang (2.400.000 yen), kita simpulkan bahwa mobil Amerika
berharga setengah mobil Jepang. Dengan kata lain, pada harga saat ini, kita
dapat menukar dua mobil Amerika untuk satu mobil Jepang.
Tingkat harga di mana kita
memperdagangkan barang dalam dan luar negeri bergantung pada harga barang dalam
mata uang lokal dan pada tingkat kurs yang terjadi.
Di mana P adalah tingkat harga
domestik (diukur dalam mata uang lokal) dan P* adalah tingkat harga luar negeri
(diukur dalam mata uang asing).
Kurs Riil dan
Neraca Perdagangan
Hubungan antara kurs riil dan ekspor
neto adalah negatif : semakin rendah kurs riil, semakin mahal barang-barang
domestik relatif terhadap barang-barang luar negeri, dan sehingga semakin besar
ekspor neto kita. Kurs riil ditentukan oleh perpotongan dari garis vertikal
mewakili tabungan dikurangi investasi dan kurva ekspor neto yang melandai ke
bawah. Di sini jumlah dolar yang ditawarkan untuk investasi luar negeri neto
sama dengan jumlah dolar yang diminta untuk ekspor neto barang dan jasa.
Faktor Yang
Mempengaruhi Kurs Riil
Kursi riil berhubungan dengan net
ekspor. Ketika kurs riil rendah, maka barang-barang domestik akan lebih murah
dari pada barang luar negeri, dan net ekspor akan tinggi.
Net ekspor harus sebanding dengan
arus keluar modal, yang mana akan sebanding dengan tabungan dikurangi
investasi. Tabungan dipengaruhi langsung oleh konsumsi dan kebijakan fiskal,
sementara investasi dipengaruhi langsung oleh investasi.
Bagaimana
Kebijakan Mempengaruhi Kurs Riil
Kebijakan pemerintah yang mengurangi
simpanan dengan menambah pengeluaran pemerintah atau mengurangi pajak dapat
mengakibatkan defisit. Sementara bila pemerintah luar negeri menambah
pengeluaran pemerintah atau mengurangi pajak, maka akan mengurangi tabungan
dunia dan menaikkan tingkat bunga dunia dan akhirnya perdagangan akan surplus.
Bila permintaan investasi domestik
meningkat, misalnya karena dispensasi pajak, maka akan memicu investasi yang
lebih besar. Peningkatan permintaan investasi ini akan menyebabkan defisit
perdagangan.
Dampak
Kebijakan Perdagangan
Kebijakan perdagangan yang
proteksionis tidak memberikan pengaruh kepada neraca perdagangan. Misalnya
defisit yang terjadi karena kelebihan impor yang diatasi dengan melarang impor
mobil, maka akan menambah nilai dari barang domestik terhadap barang luar
negeri, yang kemudian akan mengurangi nilai ekspor.
Paritas Daya
Beli
Paritas Daya Beli (Purchasing-Power
Parity) menyatakan bahwa pergerakan kurs nominal terutama merefleksikan
perbedaan tingkat harga negara-negara. Ini menyatakan bahwa jika arbitrase
internasional dimungkinkan, maka satu dolar harus memiliki daya beli yang sama
di setiap negara. Paritas daya beli tidak selalu berlaku karena beberapa barang
tidak mudah diperdagangkan, dan kadang barang dagangan tidak selalu merupakan
substitusi sempurna—tapi ini memberi alasan untuk berharap bahwa fluktuasi kurs
riil akan kecil dan bersifat sementara.
Hukum satu harga yang diterapkan di
pasar internasional menyatakan bahwa ekspor neto sangat sensitif terhadap
perubahan kecil pada kurs riil. Sensisvitas tinggi ini dicerminkan dengan kurva
ekspor-neto yang sangat datar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar