Sabtu, 08 April 2017

PEREKONOMIAN TERBUKA


PEREKONOMIAN TERBUKA

Pada chapter sebelumnya telah dibahas makroekonomidengan asumsi bahwa negaramenganut sistem perekonomian tertutup. Namun sejatinya banyak negara tidakdapat hidup tanpa adanya negara lain. Contohnya, saat kita ke pasar, maka akandijumpai apel malang atau apel washington. Ketika kita menabung di bank, makabank dapat meminjamkannya kepada pedagang bakso tetangga kita ataupun kepadapengusaha dari Singapura.

A. Arus Modal Dan Barang Internasional
Peran dari Net Ekspor
Pada perekonomian terbuka, pengeluaran negara tiap tahun belum tentu samadengan output barang dan jasanya. Suatu negara bisa melakukan pengeluaran lebihbanyak ketimbang produksinya dengan meminjam dari luar negeri, atau bisamelakukan pengeluaran lebih kecil dari produksinya dan memberi pinjaman padanegara lain.
Y = C + I + G + NX

Y: Jumlah permintaan untuk output domestik
C: Konsumsi rumah tangga
I: Investasi oleh sektor usaha & rumah tangga
G: Pembelian pemerintah
NX: Ekspor netto atau permintaan luar negeri netto = Ekspor - ImporPengeluaran domestik atas seluruh barang dan jasa adalah jumlah pengeluaranuntuk barang dan jasa domestik serta barang dan jasa mancanegara

Arus Modal Internasional dan Neraca Perdagangan

Y - C – G = I + NX
Y - C – G sering disebut tabungan nasional atau S. Jadi :
S = I + NX atau S – I = NX.

Bentuk identitas pos pendapatan nasional ini menunjukkan bahwa ekspor neto suatuperekonomian harus selalu sama dengan selisih antara tabungan dan investasinya.Dimana S adalah investasi asing netto dan NX adalah neraca perdagangan.

·         Jika S – I dan NX positif, kita punya surplus perdagangan (trade surplus). Kita jadinegara donor di pasar uang dunia, dan kita mengekspor lebih banyak barang daripada mengimpornya.
·         Jika S – I dan NX negatif, kita punya defisit perdagangan (trade deficit). Kita jadinegara pengutang di pasar uang dunia, dan kita mengimpor lebih banyak barangdaripada mengekspornya.
·         Jika S - I dan NX nol, kita punya perdagangan berimbang (balanced trade) karenanilai impor sama dengan nilai ekspor.

Dari Y = C + I + G + NX, juga bisa didapat NX = Y - (C + I + G), yang menunjukkan bahwa dalam perekonomian terbuka, pengeluaran domestik tidak perlu samadengan output barang dan jasa. Jika output melebihi pengeluaran domestik, kitamengekspor selisihnya dan ekspor neto adalah positif. Jika output kurang daripengeluaran domestik, kita mengimpor selisihnya dan ekspor neto adalah negatif.

Contoh Arus Modal dan Barang Internasional

Neraca perdagangan bilateral antara dua negara berarti bahwa nilai komoditasnegara jual ke negara lain sama dengan nilai komoditas yang dibeli dari negara itu.Contohnya, ada neraca perdagangan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Cinajika AS membeli sepasang sepatu dari Cina seharga $300, tapi juga menjual jeans keCina seharga $300.

Suatu negara bisa punya defisit dan surplus perdagangan besar dengan berbagainegara tapi punya perdagangan berimbang keseluruhan. Contoh, ada perdaganganberimbang keseluruhan jika AS jual jeans $300 ke Jepang, Jepang jual jok mobil $300ke Cina, dan Cina jual sepatu $300 ke AS. Pada kasus ini, tiap negara yang membelisesuatu tanpa menjual sesuatu ke negara yang sama punya defisit perdaganganbilateral. Tapi, tiap negara punya perdagangan berimbang keseluruhan, mengekspordan mengimpor barang seharga $300.

B. Tabungan dan Investasi dalam Perekonomian Terbuka KecilMobilitas Modal Dan Tingkat Bunga Dunia

Telah diurai bahwa neraca perdagangan sama dengan arus modal ke luar neto, yanglalu sama dengan tabungan dikurangi investasi. Model kita berfokus pada tabungandan investasi. Kita biarkan perekonomian mengalami defisit perdagangan danmeminjam dari negara lain, atau mengalami surplus perdagangan dan memberipinjaman pada negara lain.

Misal perekonomian terbuka kecil dengan mobilitas modal sempurna di manatingkat bunga di dalamnya sama dengan tingkat bunga dunia r*,dinotasikan r = r*. Dalam perekonomian tertutup, yang menentukan tingkat bunga adalahkeseimbangan tabungan domestik dan investasi karenanya keseimbangan tabungandunia dan investasi dunia menentukan tingkat bunga dunia.

Asumsi Perekonomian Kecil Terbuka
Pembahasan pada chapter ini menggunakan asumsi perekonomian suatu negaraadalah perekonomian terbuka yang kecil dengan tujuan untuk lebihmenyederhanakan analisis yang dilakukan, sehingga dapat membantu pemikiran kita agar tidak terlalu rumit.

Model Perekonomian Kecil Terbuka
·         Output perekonomian ditentukan oleh faktor-faktor produksi dan fungsi produksi
·         Konsumsi berhubungan secara positif dengan pendapatan disposabel
·         Investasi berhubungan secara negatif dengan tingkat bunga riil
·         Identitas pos pendapatan nasional, diekspresikan dalam tabungan dan investasi.
·         Persamaan ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan ditentukan oleh selisihantara tabungan dan investasi pada tingkat bunga dunia.

Bagaimana Kebijakan Mempengaruhi Neraca Perdagangan
Di perekonomian tertutup, r menyeimbangkan tabungan dan investasi. Di perekonomian terbuka kecil, tingkat bunga ditentukan pasar keuangan dunia. Selisih antara tabungan dan investasi menentukan neraca perdagangan. Di kasus ini, karena r* diatas r tertutup dan tabungan melebihi investasi, ada surplus perdagangan. Jadi, pada perdagangan berimbang, kenaikan tingkat bunga dunia karena ekspansi fiskal luar negeri menyebabkan surplus perdagangan. Jika tingkat bunga dunia berkurang ke r * ',I akan melebihi S dan akan ada defisit perdagangan.

Kenaikan permintaan investasi dari I(r)1 ke I(r)2 menyebabkan kenaikan jumlah investasi pada tingkat bunga dunia pada r*. Hasilnya, investasi sekarang melebihi tabungan, yang artinya perekonomian membutuhkan pinjaman dari luar negeri dan menyebabkan defisit perdagangan (NX < 0).

Mengevaluasi Kebijakan Ekonomi
Pada suatu negara, bila mereka mengalami defisit anggaran, maka dapat merefleksikan bahwa mereka memiliki tingkat saving yang rendah. Tapi defisit tidak selalu menjada malapetaka ekonomi. Terbukti Korea yang pada tahun 70-an mengalami defisit yang besar, saat ini telah tumbuh menjadi sangat pesat.

C. Nilai Tukar/ Kurs
Kurs Nominal Dan Kurs Riil

Kurs antara dua negara adalah harga yang penduduk negara-negara tersebut tukarkan satu sama lain. Kurs nominal adalah harga relatif mata uang dua Negara (e). Contohnya, jika kurs antara dolar AS dan yen Jepang adalah 120 yen per dolar, maka Anda dapat menukar satu dolar untuk 120 yen dalam pasar dunia untuk mata uang asing. Seorang Jepang yang ingin memperoleh dolar akan membayar 120 yen untuk tiap dolar yang ia beli. Seorang Amerika yang ingin memperoleh yen akan mendapat 120 yen untuk tiap dolar yang ia bayar. Jika orang merujuk pada “kurs” antara dua negara, biasanya berarti kurs nominal.

Kurs riil adalah harga barang relatif antara dua negara kadang disebut terms of trade. Untuk melihat perbedaan antara kurs riil dan nominal, misalkan barang yang diproduksi di banyak negara : mobil. Anggap harga mobil Amerika $10.000 dan harga mobil Jepang 2.400.000 yen.Untuk membandingkan harga kedua mobil tersebut, kita harus mengkonversinya ke mata uang umum. Jika satu dolar bernilai 120 yen, maka harga mobil Amerika 1.200.000 yen. Membandingkan harga mobil Amerika (1.200.000 yen) dan harga mobil Jepang (2.400.000 yen), kita simpulkan bahwa mobil Amerika berharga setengah mobil Jepang. Dengan kata lain, pada harga saat ini, kita dapat menukar dua mobil Amerika untuk satu mobil Jepang.

Tingkat harga di mana kita memperdagangkan barang dalam dan luar negeri bergantung pada harga barang dalam mata uang lokal dan pada tingkat kurs yang terjadi.

Di mana P adalah tingkat harga domestik (diukur dalam mata uang lokal) dan P* adalah tingkat harga luar negeri (diukur dalam mata uang asing).

Kurs Riil dan Neraca Perdagangan

Hubungan antara kurs riil dan ekspor neto adalah negatif : semakin rendah kurs riil, semakin mahal barang-barang domestik relatif terhadap barang-barang luar negeri, dan sehingga semakin besar ekspor neto kita. Kurs riil ditentukan oleh perpotongan dari garis vertikal mewakili tabungan dikurangi investasi dan kurva ekspor neto yang melandai ke bawah. Di sini jumlah dolar yang ditawarkan untuk investasi luar negeri neto sama dengan jumlah dolar yang diminta untuk ekspor neto barang dan jasa.

Faktor Yang Mempengaruhi Kurs Riil

Kursi riil berhubungan dengan net ekspor. Ketika kurs riil rendah, maka barang-barang domestik akan lebih murah dari pada barang luar negeri, dan net ekspor akan tinggi.
Net ekspor harus sebanding dengan arus keluar modal, yang mana akan sebanding dengan tabungan dikurangi investasi. Tabungan dipengaruhi langsung oleh konsumsi dan kebijakan fiskal, sementara investasi dipengaruhi langsung oleh investasi.

Bagaimana Kebijakan Mempengaruhi Kurs Riil

Kebijakan pemerintah yang mengurangi simpanan dengan menambah pengeluaran pemerintah atau mengurangi pajak dapat mengakibatkan defisit. Sementara bila pemerintah luar negeri menambah pengeluaran pemerintah atau mengurangi pajak, maka akan mengurangi tabungan dunia dan menaikkan tingkat bunga dunia dan akhirnya perdagangan akan surplus.
Bila permintaan investasi domestik meningkat, misalnya karena dispensasi pajak, maka akan memicu investasi yang lebih besar. Peningkatan permintaan investasi ini akan menyebabkan defisit perdagangan.

Dampak Kebijakan Perdagangan
Kebijakan perdagangan yang proteksionis tidak memberikan pengaruh kepada neraca perdagangan. Misalnya defisit yang terjadi karena kelebihan impor yang diatasi dengan melarang impor mobil, maka akan menambah nilai dari barang domestik terhadap barang luar negeri, yang kemudian akan mengurangi nilai ekspor.

Paritas Daya Beli
Paritas Daya Beli (Purchasing-Power Parity) menyatakan bahwa pergerakan kurs nominal terutama merefleksikan perbedaan tingkat harga negara-negara. Ini menyatakan bahwa jika arbitrase internasional dimungkinkan, maka satu dolar harus memiliki daya beli yang sama di setiap negara. Paritas daya beli tidak selalu berlaku karena beberapa barang tidak mudah diperdagangkan, dan kadang barang dagangan tidak selalu merupakan substitusi sempurna—tapi ini memberi alasan untuk berharap bahwa fluktuasi kurs riil akan kecil dan bersifat sementara.
Hukum satu harga yang diterapkan di pasar internasional menyatakan bahwa ekspor neto sangat sensitif terhadap perubahan kecil pada kurs riil. Sensisvitas tinggi ini dicerminkan dengan kurva ekspor-neto yang sangat datar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar